Arti Kasih Karunia

Authors

Dr. Prabowo

DOI:

https://doi.org/10.62042/jtp.v3i1.20

Pandangan Paulus tentang hukum Taurat tidak diragukan lagi
merupakan salah satu tantangan hermeneutikal yang paling kompleks
yang ditemukan dalam semua tulisannya. Tidak sedikit karya tulis dan
artikel mengenai teologi Paulus tentang hukum Taurat secara
mengherankan terus muncul di sepanjang zaman. Barangkali,
sepantasnyalah demikian mengingat kompleksitas dan sulitnya isu-isu
yang terlibat di dalamnya. Salah satu contohnya, apakah Paulus
berargumentasi tentang penghapusan hukum Musa ataukah validitas
hukum tersebut tetap berkesinambungan namun berada di bawah
pelaksanaan ikatan perjanjian yang baru? Dalam pengertian apa dan
sampai sejauh mana hukum Taurat tetap berlaku, dan sebaliknya, dalam
pengertian apa serta sejauh mana hukum itu tidak lagi valid? Jika
hukum itu tidak lagi berlaku, apakah kegunaannya bagi orang percaya
zaman Perjanjian Baru, mengingat bahwa hukum tersebut adalah bagian
dari firman yang diinspirasikan?
Ini hanya beberapa contoh
pertanyaan yang dihadapi oleh mereka yang mempelajari teologi biblika
dan sistematika.

Chris Marantika, Doktrin Keselamatan dan Kehidupan Rohani, (Iman
Press, 2002
Herman Ridderbos, Paulus: Pemikiran Utama Theologinya (Penerbit
Momentum, 2013
George Eldon Ladd, Teologi Perjanjian Baru Jilid 2, (Penerbit Kalam
Hidup, 2014)
Gerald F. Hawthorne (Editors), Dictionary of Paul and his Letters (Inter
Varsity Press, Leicester, England, 1993.
Michael L. Brown, Hyper Grace, Kasih Karunia Overdosis:
Menyingkap Bahaya Kasih Karunia Modern, Nafiri Gabriel,
2015
Philip Yancey, Keajaiban Kasih Karunia. Interaksara: 1999
Download data is not yet available.

Downloads

Published

2023-04-03

Issue

Section

Articles

How to Cite

1.
Prabowo D. Arti Kasih Karunia. j. penggerak [Internet]. 2023 Apr. 3 [cited 2026 May 12];3(1). Available from: https://jurnal.sttii-bali.ac.id/index.php/JTP/article/view/20

Article Template

Language

Member of

Tools

Statistic

Flag Counter

Keywords